Apr 23, 2011

AMERICA!!!!

There is one of my favourite quote which is written in my dream book:


"Dream as if you'll live forever. Live as if you'll die today." ~James Dean


Well, let me introduce my dream book..

Gw punya satu buku tulis yang tadinya ga kepake, tapi gw alihkan jadi buku yang isinya list mimpi2 gw. Well, gw terinspirasi sama motivator yang dulu ngisi di student day FIB jaman kambing. haha angkatan gw lah pokoknya. He told us about a man who always write his dreams and cross the ones which he already pursued. Mimpinya ga muluk2 seperti pengen terbang atau masuk surga. Simple. Mendaki gunung Everest, pergi ke pulau Jawa (well dia orang bersuku bangsa Arya). Simple tapiyyy menantang, bukan begitu bukan.. So it inspired me much. Gw mulai mengisi buku yang ga kepake itu dengan mimpi2 gw dan memulainya dengan menuliskan quote tentang dream kayak yang di atas itu. Mimpi gw ga muluk2 dong tentunya. Bisa main gitar, punya SIM A, IP diatas 3.5, nonton livenya The SIGIT dan sebangsanya lah.. Ga muluk2 kaaaaaaaaaaan.. Dan rasanya emang seneng bangeeeet kalo ada mimpi yang udah bisa gw coreeeet karena udah tercapai :D And my book has inspired 2 persons, anyway :)

Ada satu mimpi yang pengen banget gw wujudin tapi kayaknya ga gw tulis di buku mimpi gw, entah kenapa. GOING TO AMERICA.


Ga peduli pergi ke America sebelah mana, tapi pengennya L.A. sih. Why L.A.? Karena itu tempat asal banyak musisi, especially Linkin Park. Haha cheesy bangetttt meeeen :p And why America? haha itu mah pertanyaan retoris. America. Siapa yang gamau ke sana. Ada sih emang yang ga tertarik ke sana, bahkan buat pergi ke luar negeri pun ga *lirik pacar* tapi ya sudahlah, it's my old dream.

Dan banyak cara yang udah gw lewatin buat ke negeri ini. Bermula dari SMA. Senior gw 2 orang pergi ke sana buat sekolah setaun lewat program AFS. Program pertukaran pelajar buat belajar di High School di Amrik selama setaun. Seulang mereka dari sana, anak kelas 1 dikumpulin dan diceritain deh tuh pengalaman mereka di Amrik sambil promosi AFS.

Yang satu tinggal di--lupa gw dimana, yang jelas kota itu sepiyyyy. Jarak dari rumah ke rumah bisa berkilo2 meter. Dia dapet host fam yang punya anak agak autis gitu suka nukulin dia, tapi akhirnya dia ganti host fam. Terus waktu farewell, dia truth or dare-an di sebuah club, and she had to kiss the bartender. Bukan! bukan karena gw mau nyium bartender, terus gw jadi pengen ke Amrik XP

Senior yang satu lagi cerita kalo di sana dia sempet sakit. Temen2 dia di sana tau kalo dia suka The Used, maka dibawalah The Used itu ke rumah host famnya. Glek! Dan waktu dia balik ke Indonesia, dia terkesima, ternyata di Indonesia, The Used punya nama yang besar juga. Padahal di Amrik, it's just another indie band. Dan BUKAN! bukan karna mau ketemu The Used, gw jadi pengen ke Amrik.. Haha..

Lalu gw cobalah itu program AFS. Bolak balik Ciledug-Menteng buat ambil formulir, balikin lagi dan segala macam yang harus gw lakukan yang gw udah lupa! Udah 5 taun yang lalu meeeen.. Tes tahap pertama AFS itu seinget gw pengetahuan umum dan basic English. I passed it. Lanjut wawancara. Interview sama native dan alumni2 AFS. Asik sih, masih pada muda2. Pertanyaan demi pertanyaan gw lewati. Yang paling bener2 ga jelas jawabannya itu waktu gw ditanya tentang siapa role model gw. And you have to know my answer!! I answered The Upstairs aja gituuuuuu.. gilaaaa cacat bangetttttt XP but I passed the interview section :D Tahap terakhir itu lebih ke team work. Kita dikasih unpredictable team, unpredictable things, and we have to work on it, made a useful thing from those things as a team. Haha cacat! Gw lupa kita bikin apa, tapi di tes ini yang jelas, gw GATOT. GW sekelompok sama anak entah dari sekolah mana yang lebaaaaaaaaaaaaaaaaay gila, padahal cowo. Gw malu sendiri sama jawaban2 yang cowok ini kasih, Gw nunduk dan geregetan sepanjang juri2 menyidang hasil karya kita. Hadeeeeehh.. And as I guessed, I received the announcement letter, I failed in this last section. They even offered me to be volunteer in AFS. Ngurusin anak2 SMA yang mau daftar AFS?!?! Ogah layaauuuuu... Huhu sedih banget rasanya cuma gara2 cowok lebay itu, I ruined the effort I made :(

Kesempatan terakhir yang gw dapet buat ke Amrik itu Beasiswanya IELSP. I heard this news from a friend. Bulan Januari kemaren. Awalnya ragu ikut ginian, yang ikut se-Indonesia dan dari berbagai macam universitas dan fakultas2 dan jurusan2 yang keren2, jauhlah sama Sastra Inggrisnya UB. Tapi berhubung temen2 gw pada antusias semua ngurusin tetek bengek IELSP ini, ikutan lah gw. Dari ngisi formulir, bikin essay seabrek2--for this thing, I thank my boyfie :*--, minta surat rekomendasi ke tiga dosen, ngirim dokumennya pun mepet2 deadline. Bener2 ngebuuuuttt.. Dan pasrah lah sama hasilnya..

Di hari ketiga di Singapur kemaren, di pagi hari ketika gw bangun, gw melihat banyak sms di inbox gw. Gw buka satu2. Yang satu dari nyokapnya Ussi, ngabarin kalo dia lulus IELSP dan interview tanggal 6 Februari di UM. Anjrit, dia LULUS. Liat inbox lagi, ternyata ada sms juga dari adek gw yang ngasih tau kalo ada orang dari IIEF nelpon ke rumah dan gw lulus seleksi dokumen, tinggal seleksi wawancara. Gila ngebacanya bener2 deg2an banget.. ONE STEP AHEAD TO AMERICA!!! Gimana ga gilaaaaa senengnya gw berdua sama Ussi. Kita yang ga bisa ke Universal Studio waktu itu gara2 ga punya duit jadi seneng2 aja, sambil mimpi2 "ntar aja ke Universal Studio yang di America" Azeeeeek.. Gw seneng banget sama Tuhan. Dia pengertian! Gw balik dari Singapur itu tanggal 4. Bener2 pas.. Apa jadinya coba kalo jadwal wawancara gw pas gw masih di Singapur +_+

Daftar Nama yang Lulus Seleksi Dokumen. LOOK #101!!!

Datanglah tanggal 6 itu. Ditemenin sama pacal, kita berangkat pagi2 ke UM dan brain storming sejenak tentang isi essay gw.. Dapet giliran kedua wawancara gara2 ngejar waktu ke gereja. Di wawancara with UNPREDICTABLE QUESTIONS. huhu.. Korupsi lah, merapi lah.. Gw CUKUP gelagapan dan menjawab seadanya. Sedih ih :( Super pasrahhhhhhhh.. Dan bener. Waktu pengumuman, ga ada nama gw. Lagi2 gw menghancurkan usaha2 gw.

This events somehow made me realized that I HAVE TO KEEP ON TRYING. Tuhan emang ga ngasih gw ke Amrik dengan cara2 tadi. But God works in mysterious ways. And He is always good. No doubt about that. Bisa lulus dibeberapa seleksi, I admit it as half success. I will regard this half success as something that will motivate me to fight even harder to pursue this dream.

And now, I think I know why america? I wanna settle my self and even my community up, and I think, one of its ways is learning from America.

Let's hope there's more to come! =)